Caulobacter crescentus Penghasil Lem Terkuat
di Dunia
![]() |
| Caulobacter crescentus |
Tahukah Kamu??
Selama ini banyak produk zat perekat yang
dihasilkan berbagai pabrikan di sejumlah Negara. Namun tahukah Kamu bahwa semua
zat perekat buatan manusia tersebut belum ada apa-apanya dibanding lem produksi
bakteri. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri air tawar Caulobacter
crescentus mengeluarkan semacam zat yang sangat lengket berbahan dasar
gula. Saking lengketnya lem produksi bakteri tersebut mampu menahan tarikan
beberapa mobil sekaligus Dengan kekuatan merekatkan hampir ton per inci
persegi.
Morfologi
Caulobacter crescentus merupakan bakteri
nonfotosintetik uniseluler. Bakteri ini mempunyai prosteca, stalk. Ujung distal
bersifat adhesive, sel-sel C. crescentus dapat menempel pada substrat individu
atau berkoloni, tiap koloni terdiri dari sejumlah sel memancar dari massa pusat
bahan adesif. Caulobacter crescentus berkembangbiak dengan melakukan pembelahan
biner asimetrik. Sel anak memiliki satu flagel polar. Setelah dewasa, anak akan
kehilangan flagela nya dan mulai mengembangkan prosteca. Dalam sel dewasa
(induk), prosteca dapat menunjukkan satu atau lebih pita bersilang,
masing-masing menandai peralihan siklus selnya. (Prescott, Harley, Klein, 2005,
Microbiology Sixth Edition). “Famili Caulobacteraceae sel berupa batang,
lurus atau bengkok. Dalam fase mengembara, sel-sel mempunyai flagel. Dalam fase
diam, sel-sel bertangkai. Tangkai melekat pada substrat. Gram negative.
Pembiakan secara transversal. Flagel monotrik” (Dwidjoseputro, 2010.
Dasar-Dasar Mikrobiologi). Caulobacter crescentus merupakan kingdom
Bacteria, phylum Proteobacteria, kelas α-Proteobacteria, ordo Caulobacterales,
family Caulobacteraceae, genus Caulobacter. “Alpha proteobacteria also
include many nonphototrophic heterotrops of soil and water. Many aquatic and
soil heterotrophs are oligotrophs adapted to extremely low nutrient
concentrations; an example is Caulobacter crescentus” (Slonczewski dan
Foster, 2009, Microbiology an evolving science).
Habitat
C. crescentus berkemampuan hidup dalam
kondisi yang miskin nutrisi, yang menjelaskan keberadaannya dalam air bersih. C.
crescentus tidak berbahaya bagi kesehatan manusia karena tidak menghasilkan
racun bagi manusia. (Fakta Ilmiah, 2010, Caulobacter Penghasil lem
terkuat). Menurut Dwidjoseputro dalam buku nya yang berjudul Dasar-daras
Mikrobiologi (2010) menyatakan bahwa habitat Caulobacter crescentus di
air tawar dan air laut.
Peran Ekologi
Caulobacter crescentus juga berperan penting
dalam siklus karbon. Bakteri ini dapat memperoleh energi dan karbon dari
pengurangan senyawa karbon. Ini sangat efisien dalam memperoleh molekul karbon
yang digunakan untuk pertumbuhan, tanpa menambah sumber karbon (kiranya
menyerap denga cukup senyawa karbon atmosphere). “that isi, it is a
facultative methylotroph and can derive both energy and carbon from reduced
one-carbon compounds. It is so efficient at acquiring one-carbon molecules that
it can grow in a medium without an added carbon source (presumably the medium
absorbs sufficient atmospheric carbon compounds)” (Prescott, Harley, Klein,
2005, Microbiology Sixth Edition).
Peranan Positif Caulobacter crescensus
Caulobacter crescentus, menghasilkan salah satu
zat adhesif (lem) yang paling kuat di dunia, dan menggunakan lem tersebut untuk
menempelkan dirinya sendiri di lingkungan yang basah. Bakteri ini memiliki dua
tahap kehidupan, pertama pada saat berenang di lingkungannya dengan didorong
oleh flagellum, dan tahapan kedua adalah pada saat menanamkan dirinya sendiri
ke permukaan yang basah. Pada tahap ini, mekanisme pembuatan semen (lem) dan
penguncian diri yang kompleks, menggantikan flagellum yang juga sangat
kompleks. Riset ini dapat membantu para ilmuwan dalam pengembangan segala
sesuatu, mulai dari pencuci WC sampai krim antibakteri (“Video Microscopy
Unveils the Tricks of Nature’s Toughest Glue,” Popular Science, 10 Feb. 2012, koran.tempo.co).
Para ilmuan menemukan kalau mereka harus memakai gaya sekitar 1 mikronewton
untuk memisahkan satu bakteri
Caulobacter crescentus dari pipet kaca. Karena C.crescentus
sangat kecil, gaya tarik sekuat 1 mikronewton menghasilkan stress besar,
besarnya 70 newton per milimeter persegi. Stress yang dapat ditahan oleh adhesi
bakteri setara dengan 0.775 ton per cm persegi. Bandingkan dengan lem super
komersial yang gaya gesernya hanya 18 hingga 28 newton per milimeter persegi. Secara
hipotesis, lem produksi C. crescentus dapat diproduksi massal dan
dipakai. Masalahnya adalah bagaimana memproduksi lem ini tanpa membuat lemnya
lengket pada mesin pembuatnya. Bayangkan, untuk melepaskan lem ini dari daerah
seluas buku tulis biasa, perlu tarikan lima buah mobil. (Fakta Ilmiah, 2010, Caulobacter
Penghasil lem terkuat).
Peranan Negatif Caulobacter crescentus
Caulobacter crescentus menghasilkan lem terkuat
di dunia. Dengan kekuatan lem tersebut, maka untuk melepaskan dari mesin
pembuatnya perlu tenaga yang luar biasa. Bayangkan untuk melepaskan lem ini
dari daerah seluas buku tulis biasa saja perlu tarikan lima buah mobil. Akan sangat
membutuhkan tenaga dan biaya yang sangat banyak.
Kaitan dalam Masyarakat
Karena habitat Caulobacter crecentus ini
hidup di air yang bersih, maka bakteri ini dapat dijadikan sebagai indikator
pencemaran air oleh manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. Dasar-Dasar
Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan. 2010.
Prescott, Harley dan Klein. Microbiology
Sixth Edition. New York: The McGraw-Hill Companies.Inc. 2005.
Slonczewski, John dan
Foster, John. Microbiology an Evolving Science. New York: Norton
Company. 2009.
Anonim. Bakteri Pembuat Lem
Terlengket di Bumi. http://koran.tempo.co/konten/2012/02/14/264669/Bakteri-Pembuat-Lem-Terlengket-di-Bumi. 2012. Diakses pada tanggal
05 Juni 2015 pukul 19.25 WIB.
The x, Caulobacter
penghasil lem terkuat di dunia. http://www.faktailmiah.com/2010/09/28/caulobacter-penghasil-lem-terkuat-di-dunia.html.
2010.
Diakses pada tanggal 05 Juni 2015 pukul 19.23 WIB.



